FBBN IPB 2013

Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) IPB merupakan salah satu rangkaian dari Festival Tanaman XXXIII dari program kerja Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura (Himagron) IPB. FBBN dilaksanakan pada tanggal 17-19 Mei 2013 di Kampus Pasca Sarjana IPB, Baranangsiang, Bogor.

Pembukaan FBBN dilaksanakan di International IPB Convention Center di Botani Square, pada pukul 09.00 oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembukaan expo di lapangan kampus Pasca Sarjana oleh Dahlan Iskan. Pada expo tersebut, terdapat beberapa stand yang menjual berbagai makanan, pameran berbagai buah-buahan asli Indonesia, pameran bunga asli Indonesia dan berbagai olahan makanan dari buah asli Indonesia.

Hari kedua FBBN yaitu dilaksanakan berbagai perlombaan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan masyarakat umum. Perlombaan ini meliputi lomba mewarnai untuk tingkat TK, lomba menggambar untuk tingkat SD, lomba merangkai boneka Horta untuk tingkat SMP dan lomba merangkai bunga untuk masyarakat umum. Rangkaian perlombaan tampak sangat meriah dengan berbagai hiburan, misalnya dongeng untuk TK dan SD maupun berbagai hiburan dari pengisi acara.

Puncak acara FBBN yaitu pada hari Minggu, 19 Meo 2013. Acara ini diawali dengan pembukaan oleh Menteri Pertanian Indonesia, Bapak Suswono, kemudian dilanjutkan dengan ikrar bunga dan buah nusantara serta launching buku Orenz Revolution. Stelah itu dilanjutkan dengan pawai mengelilingi Kebun Raya Bogor yang diikuti oleh Mekarsari, Bank Mandiri, seluruh keluarga besar IPB, masyarakat umum dan berbagai organisasi mahasiswa daerah (OMDA) di IPB. Acara dilanjutkan dengan berbagai bintang tamu, doorprize dan acara menarik lainnya. Acara FBBN ditutup pukul 16.00 dengan diakhiri oleh penampilan OMDA Bali dan flash mob dari mahasiswa IPB. Overall,,acara FBBN ini sangat meriah dan target yang mengikuti acara puncak hampir mencapai 10.000 orang.

 

2 Mei 2013

© Copyright 2010 CorbisCorporationSelamat Hari Pendidikan Nasional

Terima kasih untuk keluargaku, guru-guruku, kawan-kawanku, SD-SMP-SMA dan IPB-ku, dan tak lupa BIDIK MISIKU.

Semagat Bekarya, semangat perubahan dan semangat menjadi yang lebih baik lagi

 

Pertanian

Foto-foto ini saya dapatkan di taman Balitsa, ketika saya berkunjung ke sana. 559754_4280143856704_1572157332_n 524066_4280144096710_330018404_n

Kunjungan Lapang Matakuliah Produksi dan Pengolahan Benih

17780_4671920090537_1546976200_nKunjungan lapang matakuliah Produksi dan Pengolahan Benih dilaksanakan pada hari Jumat, 12 April 2013. Kunjungan lapang ini diikuti oleh 50 mahasiswa AGH angkatan 47 yang mengambil matakuliah Produksi dan Pengolahan Benih. Lokasi tujuan kunjungan lapang yaitu Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) dan Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Kunjungan ini bukan semata untuk refreshing ataupun hanya berjalan-jalan, namun untuk mengetahui proses produksi benih dari tanaman sayuran dan tanaman hias.

Perjalanan menuju Balitsa mulai pukul 05.00 pagi dan sampai di Balitsa, tepatnya di Lembang, sekitar pukul 09.00. Di sana kami dikumpulkan di sebuah aula untuk mendapatkan berbagai penjelasan mengenai berbagai komoditas yang ditanam di Balitsa dan proses produksi benihnya, mulai dari pemuliaan sampai ke benih sebar. Komoditas utama sebagai penelitian di Balitsa yaitu kentang, bawang merah dan cabai merah. Proses produksi benihnya dimulai dari memuliakan tanaman tersebut, kemudian penanaman, budidaya tanaman, panen sampai dengan cara memproduksi benihnya. Salah satu kegiatan dalam pemeliharaan yaitu roguing, membuang campuran tanaman varietas lain (CVL), tipe simpang dan tanaman voluntir (sisa tanaman sebelumnya). Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian genetik benih. Pemeriksaan pada tanaman yang digunakan sebagai benih yaitu pada saat awal pertumbuhan, fase pembungaan dan panen. Secara umum, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kemurnian genetik tetap terjaga:

  1. penentuan wilayah adaptasi
  2. penentuan benih sumber
  3. penentuan lahan yang tepat
  4. penetapan isolasi (jarak dan waktu)
  5. kontrol kebersihan alat
  6. kegiatan roguing
  7. pemanenan

Selain itu, di Balitsa juga ditanam komoditas tomat, selada, wortel, mentimun dan berbagai komoditas sayuran lainnya. Balitsa bekerjasama dengan produsen benih swata untuk memasarkan produk hasil penelitian yang sudah dipatenkan agar sampai ke petani. Benih yang akan dilepas ke pasaran harus sudah diresmikan oleh Kementan dan sudah melalui proses sertifikasi benih oleh BPSB.

Balithi adalah tempat kunjungan kami yang kedua. Balithi terletak di Kabupaten Cianjur. Tanaman yang dibudidayakan di sini misalnya krisan, mawar, gladiol dan anggrek. Produksi benih di Balithi hanya sekedar untuk kegiatan pemuliaan dan tidak dikomersilkan dan untuk yang dikomersilkan biasanya dalam bentuk tanaman utuh, misalnya tanaman anggrek, tanaman krisan ataupun tanaman mawar yang diperbanyak melalui stek.

Sebenarnya, banyak hal yang begitu menyenangkan saat kunjungan lapang ini, terutama saat berbicara tentang produksi benih berbagai komoditas pertanian. Setiap komoditas memiliki persyaratan-persyaratan tertentu mulai dari persiapan lahan sampai dengan panen, pengolahan, penyimpanan dan pemasaran benih. satu lagi, produksi benih non hibrida dan hibrida juga memiliki berbagai perlakuan yang berbeda. Ingat, benih itu bukan hanya semata dalam bentuk ‘biji’ namun bibit tanaman mangga itu juga bisa disebut benih. So,, menyenangkan bukan berkecimpung di dunia perbenihan??? Ingat lirik lagu Dendang Agronomi: Dengan segenggam benih saja,, kami sanggup beri makan dunia ūüėÄ ūüėÄ

Up Grading Himagron

-Grading Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura atau Himagron merupakan salah satu program kerja dari departemen Internal. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 10 dan 24 Maret 2013. Up-grading pertama dilaksana

kan di Ruang Seminar …… mulai pukul 08.00-12.00 WIB. Dalam up-grading pertama ini, dihadiri oleh Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura, Bapak Agus Purwito, Bapak Syukur, Kak Gugi (ketua BEM Fakultas Teknologi Pertanian 2011/2012) dan pengurus Himagron.

            Acara pada up-grading kepengurusan 2012/2013 berjalan sangat lancar. Acara ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Himagron, Anggita Perdana. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Agus Purwito. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Agus. Isi dari materinya yaitu perjalanan Himagron dari dulu hingga kini. Materi kedua disampaikan oleh Bapak Syukur, isinya mengenani prestasi dan kebanggaan yang dimiliki oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura. Sambutan ketiga disampaikan oleh kak Gugi. Isi materi yang disampaikan yaitu mengenai kepemimpinan. Sebelum materi yang disampaikan kak Gugi, terdapat hiburan yang dipersembahkan oleh Ria dan Yogi. Dalam persembahannya, mereka menyanyikan lagu Grenade yang dipopulerkan oleh Bruno Mars.

            Acara selesai tepat pukul 12.00 WIB. Acara up-grading kali ini ditutup dengan foto bersama pengurus Himagron dengan para pembicara yang telah mengisi acara up-grading.

Kuliah Lapang, EUFORIA 2013

 

734652_4139647498345_893491092_n  Kuliah Lapang merupakan salah satu matakuliah yang dilaksanakan di luar ruangan. Mata kuliah ini dilaksanakan di akhir semester 5, departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Nama matakuliah untuk angkatan 2010 yaitu Edelweiss at Agricultural Fieldtrip for Indonesia in Java 2013 atau disingkat EUFORIA 2013. Tujuan dari matakuliah ini sendiri yaitu memperkenalkan kegiatan agronomi dan hortikultura di lapang serta menambah pengetahuan berbagai usaha di bidang pertanian.

Kuliah Lapang dilaksanakan pada tanggal 21-15 Januari 2013. Terdapat beberapa lokasi yang dikunjungi dalam perkuliahan ini. Lokasi-lokasi ini merupakan tempat yang bergelut dalam bidang pertanian. Lokasi ini diantaranya PT. East-West Indonesia yang bergerak bidang perbenihan tanaman hortikultura yang berlokasi di Purwakarta, Balai Besar Penelitian Padi memiliki peranan penting dalam pengembangan varietas padi, penelitian dan alih teknologi padi hibrida dan pengembangan varietas lokal yang berlokasi di Subang, Pabrik Gula Sragi di Pekalongan, Perkebunan Kopi Banaran di Semarang, Bunga Potong di Bandungan, Perkebunan Tembakau Wedibirit PTPN X di Klaten, dan Agrowisata Salak di Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan kuliah lapang diketuai oleh seorang mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura angkatan 2010, Reza Ali Akbar. dalam kegiatan ini juga terdapat panitia-panitia yang mempunyai tugasnya masing-masing. Panitia ‚Äďpanitia ini terdiri dari BPH, Humas, Acara, Sponsorship, Dana Usaha, Medis, dan PDD. Biaya dari kuliah lapang ini selain ditanggung oleh masing-masing mahasiswa, juga dibantu oleh sponsorship yang menyebarluaskan proposal kepada berbagai perusahaan dan dana usaha yang senantiasa mencari tambahan uang melalui kegiatan jual baju bekas, makanan, dan lain sebagainya.

Kegiatan Kuliah Lapang ini berjalan dengan lancar. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme para mahasiswa yang mengikuti kegiatan, baik saat kunjungan maupun saat dalam perjalanan menuju lokasi kunjungan. Kegiatan Kuliah Lapang ini juga sangat berkaitan dengan kekompakan angkatan dan kekeluargaan. Matakuliah yang benar-benar berbeda dari matakuliah lainnya.

Kacang Komak, Solusi Pengurangan Impor Kedelai??

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia. Menurut BPS, produksi kedelai pada tahun 2010 yaitu sebesar 908,11 ribu ton, 851,29 ribu ton pada tahun 2011 dan 779,74 ribu ton pada tahun 2012. Angka ini menunjukkan adanya penurunan produksi sementara setiap tahunnya kebutuhan akan kedelai terus mengalami peningkatan. Peningkatan kebutuhan akan komoditas kedelai juga dapat berakibat pada timbulnya masalah pangan dan energi. Oleh sebab itu, peningkatan produksi pangan dan energi, dalam hal ini kedelai, juga harus terpenuhi. berikut ini merupakan data produksi, impor, ekspor, dan kebutuhan dalam negeri kedelai tahun 2006-2010.

pangsa prod.thd

Tahun         produksi          impor         ekspor        kebutuhan       kebutuhan                                    (1)                       (2)                 (3)              (4)                     (5)

2006            747.611       1.132.144       1.732       1.878.023          39,81
2007           592.534        1.411.589      1.872       2.002.251          29,59
2008           775.710       1.173.097     1.025       1.947.782          39,83
2009          974.512         1.314.620      446           2.288.686          42,58
2010          907.031         1.740.505     385          2.647.151           34,26

Sumber: BPS (diolah), 2011

Kacang Komak (Lablab purpureus (L.) Sweet) merupakan salah satu sumber protein alternatif pengganti kedelai. Kacang komak merup

akan tanaman asli Indonesia. Produktivitas kacang komak lebih tinggi dibandingkan kedelai, yaitu 6-10 ton per hektar. Kacang komak yang memiliki kandungan protein berkisar antara 22%hingga 23% (Martuyuwono, 1984). Melihat kandungan protein pada kacang komak yang tinggi dan rendahnya lemak maka kacang komak berpotensi untuk diisolasi proteinnya. Berikut ini merupakan kandungan protein dari kacang komak

 

Table 1. Komposisi asam amino dari kacang komak

Asam Amino                                mg/g N                 Asam amino                mg/g N

Isoleusin                                         256                         Tirosin                             197

Leusin                                             436                          Treonin                           207     Lysine                                             360                          Alanin                             266  Metionin                                        36                             Valin                                294       Sistein                                             57                             Arginin                           393  Fenilalanin                                    299                           Histidin                          186          Asam aspartat                             727                          Asam glutamate          978         Glisin                                               240                          Prolin                               288

Sumber : Kay (1979

Kacang komak berpotensi menggantikan sebagian atau seluruh bahan baku produk kedelai¬†seperti tempe, tahu, kecap, tepung komposit, makanan bayi dan isolat protein.¬†Komak hanya bisa mensubtitusi 20 persen kedelai dalam pembuatan tahu. Sifat gelasi komak¬†yang rendah mengakibatkan tahu berbahan baku 100 persen komak mudah hancur atau rapuh.So… Impor terhadap kedelai dapat dikurangi dengan kacang Komak. Sekarang tinggal kita tunggu langkah nyata dari pemerintah, kebijakan apa yang akan dilakukan untuk mengurangi impor kedelai.

kacang-komak-_120804144516-493

Babat Gulma Piringan Kelapa Sawti TBM

LAPORAN PAKTIKUM ILMU TANAMAN PERKEBUNAN

(AGH 341)

PENGENDALIAN GULMA DI PIRINGAN POKOK DAN SANITASI TANAMAN

Disusun Oleh :

Kelompok A14

M Iqbal Syahputra S.              (A24100037)

Putra Minansyah                     (A24100044)

Sundari                                        (A24100045)

Indah Mawarni S.                   (A24100184)

Usi Eviliani                             (A24110095)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2013

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kehadiran gulma di perkebunan kelapa sawit dapat menurunkan produksi karena terjadi persaingan dalam pengambilan air, unsur hara, sinar matahari, dan ruang tumbuh.  Keberadaan gulma pada areal piringan dapat menurunkan mutu produksi akibat kontaminasi bagian gulma, menjadi inang bagi tanaman, mengganggu pertumbuhan tanaman, mengganggu tata guna air, dan meningkatakan biaya pemeliharaan.  Pada areal pasar pikul, kehadiran gulma dapat mengganggu kelancaran transportasi TBS ke TPH dan upaya pemeliharaan lainnya.  Banyaknya gangguan yang dapat ditimbulkan oleh gulma menjadikan pengendalian gulma merupakan tindakan yang sangat penting dalam pengelolaan kelapa sawit.

Tujuan

            Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat memelihara kelapa sawit TBM 1-2 mencakup pengendalian dan menentukan jenis gulma di piringan pokok (circle weeding) kelapa sawit TBM 1-2.

 

 TINJAUAN PUSTAKA

            Kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan penting penghasil minyak industri, maupun bahan bakar nabati (biodiesel). Tanaman Sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) termasuk dalam anggota famili Palmae yang merupakan golongan keras minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk dalam divisi Tracheophyta, kelas Angiospermae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaeis guineensis (Corley, 1976).

Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk silang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan bagian generatif. Bagian vegetatif terdiri dari akar, batang dan daun, sedangkan bagian generatif adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003).

Tanaman kelapa sawit dibedakan menjadi 2 fase. Fase tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Tanaman belum menghasilkan adalah tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan produksi secara maksimal. Tanaman TBM ini dibagi menjadi 3, yaitu (1) TBM 1 yaitu tanaman pada tahun ke I (0-12 bulan), (2) TBM 2 yaitu tanaman pada tahun ke II (13024 bulan), dan (3) TBM 3 yaitu tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan).  Masa TBM merupakan masa pemeliharaan yang banyak memerlukan tenaga dan biaya karena pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari pembukaan lahan dan persiapan tanaman, selain itu pada masa ini sangat menentukan keberhasilan masa TM. Pemeliharaan TBM kelapa sawit sejak ditanam hingga berproduksi pertama kali meliputi:

  1. Konsolidasi tanaman,
  2. Pemeliharaan jalan, benteng, teras, parit, dan lain-lain,
  3. Penyulaman,
  4. Pengendalian gulma
  5. Pemupukan,
  6. Pemeliharaan tanaman tanaman penutup tanah,
  7. Kastrasi/ablasi,
  8. Penyerbukan (polinasi),
  9. Pengendalian hama dan penyakit.

Kegiatan pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dan atau kimia, namun di areal kelapa sawit biasanya pengendalian dilakukan secara kimia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kompetisi antara gulma dengan tanaman pokok, yaitu kelpa sawit.

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu

            Praktikum Ilmu Tanaman Perkebunan dilakasanakan pada 18 Februari di Kebun Percobaan Cikabayan Atas.

Alat dan Bahan

            Alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain adalah cangkul (3 buah), sabit (2 buah), parang (1 buah), dodos (1 buah), dan ember (1 buah).  Bahan tanaman yang digunakan adalah tanaman kelapa sawit TBM 1-2.

Metode

            Membersihkan piringan kelapa sawit TBM dengan deameter 2 m dari gulma. Stelah melakukan bersih gulma di areal piringan, kemudian melakukan penunasan pelepah sawit yang menempel pada permukaan tanah dengan menggunakan dodos. Mencatat waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pembersihan gulma dan penunasan TBM kelapa sawit.

 

 HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

HOK = jam penyelesaian x jumlah pekerja x 1 HOK/7 jam = 0.333 jam x 5 orang   x 1HOK/7 jam = 0.23 HK

Dalam melakukanpemeliharaan 5 tanaman sawit, dibutuhkan 0.23 HK. Populasi sawit 1 ha lahan adalah 136 tanaman, berarti untuk mengerjakan 1 ha oleh 5 orang pekerja dibutuhkan waktu selama 133/3 x 0.23 HK = 6.256 = 7 HK

Pembahasan

            Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengendalian gulma pada piringan TBM kelapa sawit cukup singkat. Hal ini terjadi karena peralatan yang digunakan cukup memadai untuk menunjang praktikum, yaitu 3 cangkul, 1 dodos, 1 golok dan 2 sabit.

Pengendalian gulma adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan secara intensif. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kompetisi gulma terhadap tanaman pokok dalam pemanfaatan unsur hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh serta memudahkan kontrol pekerjaan serta menekan populasi hama dan penyakit. Secara umum penurunan hasil tanaman akibat kehadiran gulma dapat mencapai 20-80% bila gulma tidak dikendalikan (Moenandir, 1985). Pada kegiatan pengendalian gulma, kriteria yang umum digunakan adalah: (1) W0, areal bersih gulma dan LCC, yaitu piringan dan jalan, (2) W1, murni LCC, pada gawangan sampai tahun ke-2 TM, dan (3) W2, areal hanya boleh tumbuh LCC dan rumput lunak. Tujuan dari adanya kriteria-kriteria ini adalah identifikasi juga bertujuan untuk dapat mengetahui areal mana yang perlu dibersihkan dari gulma dan areal mana yang tidak perlu dibersihkan dari gulma.

Pengendalian gulma di perkebunan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya pengendalian secara mekanis, kultur teknis, fisis, biologis, kimia dan terpadu. Pada areal perkebunan kelapa sawit, umumnya pengendalian dilakukan secara mekanis dan kimia. Sebelum melakukan pengendalian gulma, perlu diketahui keadaan pertumbuhan gulma di lapangan melalui kegiatan identifikasi dan penelitian gulma (weed assessment).

Pada praktikum ini dilakukan pengendalian gulma secara manual dan penunasan tanaman TBM. Areal yang dilakukan pengendalian yaitu piringan TBM kelapa sawit dengan jari-jari 1 m. Alat yang diguanakan dalam mengendalikan gulma yaitu cangkul, golok dan sabit, sedangkan dodos dugunakan untuk penunasan.

Terdapat beberapa jenis gulma pada areal piringan. Jenis gulma tersebut diantaranya: Imperata cylindrica (rumput), Penissetum polystachyon (rumput), Cynodon dactylon (rumput) dan Borreria alata (daun lebar). Identifikasi gulma pada pertanaman TBM kelapa sawit bertujuan untuk mengetahui tindakan selanjutnya dalam melakukan pengendalian gulma. Apabila dilihat pada kriteria area yang harus bebas ataupun boleh terdapat gulma, areal piringan merupakan salah satu areal yang harus bebas dari gulma dan LCC. Namun, pada areal praktikum ini, areal tersebut terdapat beberapa gulma baik jenis rumput ataupun daun lebar. Oleh sebab itu pengendalian terhadap gulma harus dilakukan agar penurunan produksi kelapa sawit pada saat TM nantinya tidak besar.

Gulma pertanaman TBM ataupun TM kelapa sawit sangat merugikan. Beberapa kerugian yang diakibatkan adanya gulma yaitu: pertumbuhan tanaman kelapa sawit muda terhambat dan mengakibatkan peningkatan biaya pemeliharaan, produksi tandan buah segar (TBS) menurut akibat adanya kompetisi, menyulitkan kegiatan operasional kebun (pemupukan, pemanenan),  ancaman bahaya kebakaran dan keberadaan gulma di piringan atau yang menempel pada pokok sawit akan menyulitkan pengamatan jaatuhnya berondolan sehingga terlambat panen.

Piringan (circle weeding) yaitu daerah yang berada di sekitar pokok kelapa sawit yang berbentuk lingkaran. Deameter masing-masing piringan berbeda, tergantung dari umur tanaman. Tanaman umur 2-6 bulan lebar piringan jari-jari60 cm, 6-12 bulan lebar piringan jari-jari 75 cm, 12-24 bulan lebar piringan jari-jari 100 cm, 24-36 bulan lebar piringan jari-jari 100-125 cm, dan umur lebih dari 24 bulan lebar piringan jari-jari 200 cm. Tujuan adanya piringan pada pertanaman kelapa sawit yaitu memudahkan proses pemanenan, memudahkan dalam pengutipan brondolan dan perawatan tanaman dan mencegah adanya hama dan penyakit tanaman. Oleh sebab itu, pada areal ini tidak boleh adanya gulma dan LCC (kriteria W0) yang akan mengganggu kegiatan pemupukan, pemanenan dan dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit. Sedangkan untuk areal gawangan menerapkan kriteria W1 dan W2 untuk mengurangi kompetisi hara, air dan sinar matahari dengan tanaman kelapa sawit, mempermudah kontrol pekerjaan dari satu gawangan ke gawangan lain, serta menekan perkembangan populasi hama.

Umumnya areal pertanaman kelapa sawit terletak di daerah curah hujan yang cukup tinggi. Untuk mencegah aliran permukaan atau run off dan memperbesar daya infiltrasi tanah maka digunakan teras. Salah satubentu teras diantaranya tapal kuda. Fungsi teras ini yaitu meningkatkan daya simpan air, mempermudah pemeliharaan, tempat menabur pupuk, dan mempermudah pemanenan. Teras tapal kuda digunakan untuk daerah dengan kemiringan 8 derajat.

KESIMPULAN

            Pemeliharaan TBM kelapa sawit meliputi beberapa hal, diantaranya pengendalian gulma piringan dan penunasan pelepah. Tujuan dari pengendalian gulma pada piringan diantaranya memudahkan proses pemanenan, memudahkan dalam pengutipan brondolan dan perawatan tanaman dan mencegah adanya hama dan penyakit tanaman. Jenis gulma yang terdapat pada piringan TBM kelapa sawit di KP Cikabayan adalah Imperata cylindrica (alang-alang, golongan rumput), Pennisetum polystachyon (rumput), Cynodon dactylon (rumput) dan Borreria alata (daun lebar).

 DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Pemeliharaan Kebun Sawit. http://dinulislami.blogspot.com. [22     Februari 2013]

Anonim. 2011. Budidaya Kelapa Sawit: Pembibitan Kelapa Sawit.             http://puputwawan.wordpress.com. [23 Februari 2013]

Anonim. 2012. Metode dan Cara Pengendalian Gulma Perkebunan Kelapa Sawit. http://intisawit.blogspot.com. [23 Februari 2013]

Corley, R. H. V. 1976. Oil Palm Research, The Genus Elaies. Elsevier,        Amsterdam.    Press: Jakarta.

Mangoensoekarjo, S dan A.T. Tojib 2005. Manajemen budidaya kelapa sawit, halm¬† 1 ‚Äď 318.Dalam S. Mangoensoekarjo dan H. Semangun (Eds). Manajememen¬†Agrobisnis Kelapa Sawit. Gajah Mada University press. Yogyakarta.

Moenandir J. 1985. Persaingan Tanaman Budidaya dengan Gulma. Rajawali

Syahputra, Edy, Sarbino dan Siti Dian. 2011. Weeds Assessment di Perkebunan    Kelapa Sawit Lahan Gambut. Perkebunan dan Lahan Tropika J. Tek.           Perkebunan. I:37-42.

 

Press Release

Temu Keluarga Agronomi (TEGAR) merupakan salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortukultura (Himagron). Acara ini  dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2013 di gedung Graha Widya Wisuda, IPB pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mempererat silaturahmi antara alumni, dosen dan mahasiswa serta para pekerja di lingkungan Departemen Agronomi dan Hortikultura, mulai dari angkatan 1 hingga angkatan 49.

Acara TEGAR berjalan sangat lancar. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme para mahasiswa, alumni dan dosen dalam mengikuti acara ini. Dalam acara ini, digabung dengan tiga event sekaligus, yaitu TEGAR, pelepasan wisudawan dan wisudawati serta penganugerahan Agrosportsmen IV. Acara TEGAR dibuka secara simbolis oleh Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura, Dr. Ir. Agus Purwito, M.Sc.Agr. kemudian dilanjutkan dengan acara pelepasan wisudawan dan wisudawati dengan konsep adat Sunda. Wisudawan dan wisudawati naik ke atas panggung dengan diiringi penari-penari dan seorang kakek. Dalam pelepasan wisudawan dan wisudawati diakhiri dengan pengalungan medali oleh Dr. Agus Purwito dan Dr. Sugiyanta dan selanjutnya berfoto bersama.

Rangkaian acara selanjutnya yaitu penganugerahan Agrosportsmen IV. Agrosportsmen merupakan event tahunan Departemen Agronomi dan Hortikultura dalam hal seni dan olahraga. Pemenang dari setiap cabang perlombaan maju ke atas panggung untuk mendapatkan penghargaan. Dan pemegang piala bergilir Agrosportsment atau juara umum Agrosportsment IV dipegang oleh angkatan 47, Edelweiss. Piala bergilir ini diserahkan oleh Dekan FakultasPertanian, Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr.

Acara TEGAR 2013 semakin meriah dengan adanya penampilan-penampilan dari para pemenang lomba seni di Agrosportsment IV, penampilan setiap angkatan yang masih aktif di Departemen Agronomi dan Hortikultura, penampilan dosen dan stand up comedy. Beberapa penampilan tersebut di antaranya drama pewayangan, drama musikal angkatan 46 dan 48, penampilan band dari angkatan 44, 45, 47 dan dosen, organ tunggal dari Pasca Sarjana dan vocal grup dari angkatan 49.

Praktikum Pembiakan Tanaman Part I

  • Februari 20, 2013 at 10:28 pm in

Praktikum pembiakan dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu pukul 07.00-10.00 di Leuwikopo. Praktikum ini sangat menyenangkan, karena kita dapat belajar tentang perbanyakan tanaman melalui cara vegetatif yaitu seperti cangkok, stek, sambung pucuk, tempel, kultur jaringan dan lainnya.

Praktikum pertama diawali dengan pendahuluan praktikum. Pada saat pendahuluan praktikum yaitu dijelaskan tentang apa saja yang akan dilakukan selama praktikum, jurnal setiap minggu, pengamatan yang dilakukan dalam praktikum dan ketentuan atau aturan selama praktikum.

Cara-mencangkok-TanamanPraktikum kedua dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2013. Pada praktikum kedua ini dilakukan pembagian kelompok dan cara mencangkok atau layering. Sedikit sulit dalam melakukan pencangkokan ini karena mahasiswa dituntut untuk cukup terampil dalam melakukan penyayatan kulit batang yang akan dicangkok dan menutupnya dengan tanah ataupun pupuk kandang.

Berikut ini merupakan cara melakukan layering :

  1. cangkokMenyayat bagian kulit cabang tanaman yang akan dicangkofotosintat terhambat pada dua arah tersebut dan aliran fotosintat tersebut tidak digunakan untuk membentuk kulit kembali namun membentuk akar.
  2. Setelah menyayat, kemudian mengeringkan bagian tersebut sekitar 10 menit.
  3. Mengoleskan Rooton F sebagai pemacu pembentukan akar.
  4. Menutupdengan plastik yang telah terisi tanah ataupun pupuk kandang bagian yang disayat tersebut. Sebelumnya, plastik diisi tanah sebnayak 3/4 bagian kemudian mengikatnya dan dibelah bagian tengahnya.
  5. Cara menutup bagian yang telah disayat tersebut yaitu seluruh bagian yang telah hilang kulitnya tadi harus tertutup oleh tanah, kemudian mengikatnya dengan tali rafia.
  6. Setelah ditali, lubangi bagian plasti agar apabila terjadi hujan atau pada saat pnyiraman, air dapat masuk ke dalam plastik.

Cangkok adalah salah satu perbanyakan secara vegetatif. Berikut ini beberapa manfaat yaitu lebih cepat berbuah (apabila mencangkok tanaman yang telah melewati fase jouvenile) dan mempunyai sifat yang sama dengan induknya.

======================================================

#semoga bermanfaat